Sembuh dari Kanker
January 9, 2010 by admin
Filed under Testimonials
Operasi kanker dipaha kiri pada 2003, bukanlah akhir derita Osmon Tanuwijaya dari serangan sel ganas itu. Berselang setengah tahun, kanker itu datang lagi menggerogoti kaki kirinya, pada 6 April 2007 sel kanker itu lebih mengganas, kaki kiri alumnus Teknik Manufkatur Universita Surabaya itu tak bisa digerakkan sama sekali.
“Sakitnya luar biasa. Apalagi kalau malam, saya tidak bisa tidur menahan sakit. Bisa tidur 2 jam saja sudah bagus,” ungkapnya. Tak tega melihat penderitaannya, pihak keluarga Osmon ke rumah sakit. Dokter mendiagnosis sel kanker bermetastasis ke tulang sehingga Osmon harus diamputasi kakinya dari pangkal paha. Menurut dokter amputasi jalan keluar agak sel kanker tak menyebar ke bagian tubuh lain.
Kedua orang tuanya hanya bisa menyerahkan sepenuhnya keputusan dokter itu kepada Osmon. Namun, “Saya tak dapat membayangkan hidup hanya dengan satu kaki”, kata bungsu 2 bersaudara itu. Selain amputasi, dokter juga menyarankan kemoterapi. Efek buruk kemoterapi seperti rambut rontok dan kulit terbakar yang selama ini menjadi momok dapat dikurangi. Misalnya, saat ini tersedia herbal penumbuh rambut.
Menurut Anthony Antakusuma, praktikus pengobatan rambut, dengan herbal hanya perlu 2 bulan untuk menumbuhkan rambut yang rontok akibat kemoterapi. Ramuan berbahan ginseng itu memperlancar sirkulasi darah dan nutrisi ke akar rambut sehingga rambut menjadi kuat, tidak mudah rontok, dan cepat tumbuh.
Namun, Osmon tetap menolak kedua saran dokter itu dan kembali ke rmumah setelah di opname 11 hari. Osmon memilih menggunakan obat herbal dari Tiongkok. Sayangnya, setelah sebulan rutin mengkonsumsinya, kesembuhan belum juga datang. Malahan sel kanker metastasis ke organ lain. Itu dibuktikan melalui foto toraks. “Dunia serasa berakhir. Sepertinya tak ada obat dan harapan kesembuhan untuk penyakit saya”, keluh Osmon.
Bobot tubuh Osmon pun turun drastis dari 80 kg menjadi 60 kg. “Makan 4 sendok saja tidak habis. Bau makanan membuat mual, mau muntah” katanya. Apalagi Osmon juga sebelumnya divonis mengidap diabetes. Kadar gula darahnya 2 jam setelah makan mencapai 360 mg/dl; kadar normal 200 mg/dl. Kaki kirinya menderita luka yang mengeluarkan nanah terus menerus. Karena itu ia pun harus menjalani terapi insulin untuk menekan kadar gula darah.
Ada yang menyarankan Osmon untuk berobat ke Guang Zhou, China. Namun, sebelum memutuskan berangkan ke Guang Zhou, ia berkonsultasi ke dokter lain tentang peluang kesembuhannya berobat ke luar negeri. “Dokter mengatakan kemungkinan saya sembuh dari sel ganas ini cuma 70%. Tetapi ada kemungkinan 30% sel-sel ini tumbuh lagi”, kata Osmon mengutip pendapat dokter. Itulah sebabnya tawaran berobat ke mancanegara ia tolak.
Dalam kegalauan, orang tua Osmon tetap gigih mencari jalan kesembuhan bagi anaknya. Namun, banyak dokter yang mereka temui pesimistis. “Malahan ada dokter yang mengatakan kondisi seperti saya ini tak akan bertahan lama”, tutur Osmon menirukan ucapan kedua orangtuanya.
Saat putus asa itulah, rekannya menawarkan ekstrak ganggang hijau biru. Sejak Juni 2007 ia mengkonsumsi kapsul crytomonadales alias ganggang hijau-biru itu. Sehari 2 kapsul dikonsumsi 3 kali setelah makan.
Baru juga 3 hari rutin mengkonsumsi cryptomonadales, ia merasakan perubahan signifikan: kaki dapat digerakkan. Saking senangnya, Osmon terus mencoba mengerak-gerakkan kakinya. Tak tanggung-tanggung ia langsung menyetir mobil. “Kebetulan waktu itu seorang anak didik saya hendak mentraktir setelah lulus, tapi tak bisa mengendarai mobil”, kata Osmon yang menjadi guru privat itu.
Dua bulan kemudian, gerakkan kakinya kian leluasa. Pada saat bersamaan, bengkak dan sakit di lutut pun hilang. Betapa girangnya Osmon dan keluarga melihat perubahan itu. “Sekarang saya dapat berjalan tanpa alat bantu lagi”, ujar sumringah. Selera makannya juga kembali seperti semula, sehingga bobot tubuhnya naik menjadi 78 kg.
Menurut dr Sri Budiwati dari klinik Herbs Medicine, Surabaya, Cryptomonadales mengandung berbagai senyawa spesial yang mampu melawan kanker. Itu sejalan dengan penelitian dr Ih Jen Su, PhD, dosen Fakultas Kedokteran National Cheng Kung University,Taiwan. dr Ih Jen SU PhD mengatakan berhasil menemukan senyawa fikosianin dalam cryptomonadales. Senyawa itulah yang dipercaya sebagai antivirus dan tokcer melawan sel kanker. “Pigmen hijau kebiruan atau fikosianin berefek meningkat sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan aktivitas limfosit”, kata Ir Nining Betawati MSc, periset alga di Departemen Biologi, Universitas Indonesia.
Mekanisme cryptomonadales mengatasi serangan sel kanker melalui proses apoptosis alias program bunuh diri. Sel kanker yang tak pernah matai, begitu berhadapan dengan fikosianin menyebabkan bunuh diri. Menuruf Prof I Nyoman Kabinawa, ahli alga dari LIPI, cryptomonadales juga mengandung gamma linoleat yang berfungsi merangsang hormon prostaglandin yang berperan mengontrol pembelahan sel.
Selain itu hasil riset Ih Jen Su, peneliti di National Health Research Institude, menunjukkan cryptomonadales memiliki efek antidiabetes. Hasil uji terhadap 30 pasien yang rutin mengkonsumsi satu kapsul cryptomonadales selama satu bulan, kadar lemak darah mereka turun 25% dan kadar gula darah mendekati batas normal. Pengalaman serupa juga dialami pasien dr Sri Budiwati. Sri meresepkan kepada penderita diabetes mellitus, dosisnya 3 kali 15 kapsul cryptomonadales per hari. Dua minggu kemudian, kadar gula darah pasien itu turun 150 poin dari sebelumnya 300 mg /dl.
Kandungan peroxisome proliferator activated receptors (PPARs) yang memiliki cryptomonadales mencegah perkembangan diabetes. Menurut Eun Hee Koh, peneliti di University of Ulsan College of Medicien, Seoul, Korea, PPARs mengurangi pembentukan lemak dan efek resistensi insulin berupa perbaikan respon tubuh terhadap insulin, sehingga transfportasi glukosa darah menjadi lancar, serta perbaikan sel-sel pankreas.
Itu pula yang terjadi pada Osmon. Selain terhindar dari amputasi, kadar gula darahnya yang juga tinggi turun menjadi 160 mg/dl. Dua penyakit maut itu akhirnya sirna dengan kapsul cryptomonadales alias ganggang hijau-biru. Dengan makhluk mini itu, mimpi buruk hidup tanpa kaki kiri itu pun tak terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar