Rabu, 26 Mei 2010

penggulingan (dan yg unik dari) Saddam Husain (presiden Irak)

by Djoko Suparto, dr buku : bahan bakar air

Awalnya, Saddam Husain merupakan 'orang dekat' AS di Timur Tengah untuk membendung pengaruh Iran. Ttpi th 1991 ia berpaling dr AS. Maka ASpun mulai gerah. Mereka mengirim para pembunuh bayaran untuk membunuh Saddam. Cara spt ini pernah dilakukan AS ketika membunuh Presiden Panama, Torijos, dan pembunuhan thd Presiden Ekuador, Roldas. Kedua presiden tsb telah dibunuh oleh pengawal pribadinya sendiri yg sebelumnya telah dididik di School of the Amerika.

Rencana untuk AS tsb sudah diketahui oleh Saddam. Oleh karena itu, Saddam menyeleksi ketat orang2 yg menjadi pengawal pribadinya. Ia juga mengecoh para pembunuh bayaran tsb dg menyewa aktor yg berwajah mirip dengannya. Dg cara seperti ini orang2 tak akan yakin -termasuk pengawal pribadinya- apakah orang tsb Saddam atau bukan.

Lewat kecerdikannya tsb, Saddam tak pernah berhasil dibunuh oleh pembunuh bayaran AS. Oleh sebab itu, pemerintah AS melakukan invasi ke Irak pada th 1991 dg tujuan memaksa Saddam menyerah. Walau dinyatakan kalah dalam peperangan tsb, Saddam tak mau menyerah. Tuntutan AS agar minyak Irak diberikan kepada AS tidak digubris oleh Saddam. Maka dilakukan invasi kedua ke Irak. Kali ini dalih AS dan sekutu2nya ingin melucuti pemerintahan Saddam krn memproduksi senjata pemusnah massal dan melindungi para teroris. Dan akhirnya, Saddampun bisa digulingkan. Tergulingnya Saddam membuat AS dan sekutu2nya bisa menjarah minyak di Irak.

Irak memang tercatat memiliki cadangan minyak terbesar di dunia sebesar 10 %. Posisi Irak di bawah Arab Saudi yg memiliki 26 %. Oleh sebab itu Paman Sam tetap bertahan di Irak demi mendapat pasokan aman minyak untuk konsumsi dalam negeri AS. Tak heran pula, sebelum menguasai Irak pun, posisi pasukan AS di Timur Tengah selalu berdekatan dg fasilitas minyak. Itu semua demi keamanan pasokan minyak dalam negeri AS. (wallaahu a'lam)

Tidak ada komentar:

Arsip Blog